Pelatihan Feminist Participatory Action Research (FPAR) yang diselenggarakan oleh YLK Sulsel dan WALHI Sulsel sukses dilaksanakan pada 29–31 Maret 2026 di Makassar. Kegiatan ini melibatkan 20 peserta yang terdiri dari perempuan komunitas Tallo, Untia, dan Lantebung, serta perwakilan CSO/NGO untuk memperkuat advokasi berbasis riset yang inklusif.
Hari pertama difokuskan pada pembangunan kesadaran kritis mengenai relasi gender dan keadilan lingkungan menggunakan metode River of Life dan storytelling, di mana pengalaman hidup peserta diposisikan sebagai sumber utama pengetahuan.

Memasuki hari kedua, peserta dibekali dengan keterampilan teknis riset melalui praktik langsung metode pemetaan partisipatif dan analisis timeline untuk melihat perubahan sosial-lingkungan di wilayah pesisir mereka. Melalui pendekatan ini, perempuan pesisir didorong untuk beralih dari sekadar objek penelitian menjadi subjek aktif yang mampu mendokumentasikan pengetahuan lokal serta mengidentifikasi tantangan spesifik seperti dampak perubahan iklim. Proses ini bertujuan agar masyarakat dapat menghasilkan data riset yang relevan untuk mendorong perubahan sosial yang nyata di komunitas mereka.
Pada hari terakhir, peserta secara kolektif diajak untuk memetakan akar masalah dan menyusun Rencana Aksi Komunitas yang konkret. Pelatihan ini menghasilkan dokumen rencana aksi strategis yang akan dipimpin oleh perempuan untuk mengadvokasi isu keadilan gender dan kelestarian lingkungan di wilayah pesisir Makassar. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ini, para peserta kini memiliki kapasitas untuk melakukan advokasi mandiri dan menginisiasi gerakan kolektif demi masa depan pesisir yang lebih adil dan lestari.






