Merawat Bumi, Menjaga Kehidupan
Ekofeminisme dan Pengalaman Perempuan dalam Krisis Ekologi

Krisis ekologi global yang ditandai oleh perubahan iklim, degradasi lingkungan, konflik sumber daya alam, dan krisis pangan tidak dapat dipahami semata-mata sebagai persoalan teknis atau kegagalan tata kelola lingkungan. Ia merupakan krisis struktural yang berakar pada relasi kuasa historis antara manusia dan alam, antara negara dan warga, serta antara laki-laki dan perempuan. Dalam konteks ini, perempuan khususnya perempuan adat, pesisir, dan komunitas lokal, sering berada pada posisi yang paling rentan terhadap dampak krisis, sekaligus menjadi aktor utama dalam kerja-kerja perawatan kehidupan.

Buku Merawat Bumi, Menjaga Kehidupan memposisikan ekofeminisme sebagai kerangka analisis utama untuk membaca keterkaitan antara krisis ekologis dan ketidakadilan gender. Mengacu pada pemikiran ekofeminis seperti Vandana Shiva, Maria Mies, Bina Agarwal, serta pendekatan ekologi politik feminis (feminist political ecology), buku ini menolak pandangan yang memisahkan eksploitasi alam dari penindasan terhadap perempuan. Sebaliknya, buku ini menegaskan bahwa keduanya beroperasi dalam sistem patriarki-kapitalistik yang sama, yang memproduksi ketimpangan ekologis, sosial, dan gender secara simultan.

Selamat Hari Bumi 2026 🌎