PNLH XIIIPublikasi
TEMA

“Melestarikan Lingkungan Menyelamatkan Masa Depan”

SUB TEMA

Isu lingkungan mempunyai keterkaitan erat dengan isu perempuan, jika melihat budaya atau keyakinan yang ada di masyarakat, perempuan sering diasosiasikan dengan alam, walaupun pengasosiasiannya dengan alam terkadang dimaknai negatif dan tidak jarang merepresentasikan kelemahan atau bahkan objek ekploitasi.

Belakangan muncul resolusi bahwa perempuan dan alam harus diterjemahkan sebagai suatu badan pengetahuan yang memungkinkan untuk memahami epistemologi feminis dalam isu lingkungan dan menghasilkan revolusi ekologis, dimana peran perempuan menjadi penting. Pada sub tema ini, Peserta diharapkan mampu menuangkan gagasannya mengenai peran perempuan dalam gerakan penyelamatan lingkungan hidup.

Seiring meningkatnya usaha ekstraktif dan eksploitatif terhadap sumber daya alam yang dilakukan oleh korporasi, selain berdampak buruk terhadap lingkungan juga berimplikasi terhadap konflik penguasaan lahan, terutama terhadap lahan kelola masyarakat. Minimnya legitimasi dari pemerintah atas wilayah kelola rakyat dan besarnya intervensi korporasi pemilik modal semakin menyuburkan konflik dan memperbesar ketimpangan penguasaan lahan yang didominasi oleh korporasi.

Pada sub tema ini, Peserta diharapkan mampu menuangkan gagasannya tentang bagaimana mempertegas wilayah kelola rakyat dan memberikan solusi atas ketimpangan penguasaan lahan yang terjadi.

Tata kelola Sumber Daya Alam sejatinya mempunyai relasi yang kuat terhadap resiko bencana sebagai dampak yang integral dalam satu kesatuan lingkungan hidup. Pada sub ini, peserta diharapkan mampu menuangkan gagasan tentang bagaimana tata kelola SDA yang baik dapat meminimalisir atau bahkan meniadakan resiko bencana.

Berabad-abad pasca revolusi industri yang melahirkan korporasi-korporasi berbasis ekstraktif dan eksploitatif terhadap sumber daya alam, berhasil memicu degradasi kuantitas sumber daya alam tidak terbarukan dan ditransformasikan sebagai bahan bakar atau energi terhadap pengoperasian berbagai sektor aktivitas manusia. Pemanfaatan energi tak terbarukan tersebut juga menghasilkan emisi berupa gas karbon dan gas emisi lainnya yang sifatnya mencemari lingkungan dan bersumbangsi besar terhadap perubahan iklim.

Pada sub tema ini, Peserta diharapkan dapat menuangkan gagasan-gagasan kreatifnya tentang potensi energi-energi terbarukan sebagai solusi dan bagaimana menghadirkan pembangunan rendah karbon demi kelestarian lingkungan hidup.

Kota dengan sekelumit aktivitas yang ada didalamnya, berpotensi besar menghasilkan emisi akibat penggunaan energi dalam skala besar pada kendaraan, perkantoran, pabrik, dan sarana prasarana publik lainnya. Belum lagi tata kelola wilayah perkotaan yang tidak memadai akan semakin memperparah degradasi kualitas dan kuantitas lingkungan hidup.

Pada sub tema ini, peserta diharapkan mampu menuangkan gagasannya berupa solusi tata kelola wilayah perkotaan yang ramah lingkungan, baik sifatnya adaptif ataupun menawarkan konsep tata wilayah perkotaan baru.

Ekosistem essensial merupakan ekosistem di luar kawasan hutan konservasi yang secara ekologis penting bagi konservasi keanekaragaman hayati yang mencakup ekonomi alami dan buatan yang berada di dalam dan di luar kawasan hutan. Kawasan Ekonomi Esensial memiliki beberapa tipe: pertama; tipe ekologis seperti karst, gambut, dan perairan darat/lahan basah. Kedua; tipe landscape didalamnya termasuk habitat endemic dan lintasan satwa liar. Dan ketiga; tipe percadangan sumber daya alam termasuk di dalamnya keanekaragaman hayati (Kehati).

Pada sub tema ini, Peserta diharapankan mampu menuangkan gagasan tentang pentinganya eksistensi dan pengelolaan ekosistem essensial dan peranannya terhadap adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Kepulauan Spermonde yang terdiri dari 120 pulau dengan luas sekitar 150 km2, merupakan wilayah penyebaran terumbu karang yang cukup luas dan menyimpan kekayaan keanekagaman hayati yang melimpah di daerah Sulawesi Selatan. Namun, kian hari eksistensi kepulauan spermode terus mengalami ancaman karena masifnya aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan, seperti penggunaan bahan peledak dan bahan kimia beracun oleh nelayan. Belum lagi kebijakan pemerintah yang mengakomodir wilayah spermonde sebagai wilayah pertambangan, semakin mengancam kelestarian keanekaragaman hayati dan ekosistem di wilayah spermonde.

Pada sub ini, Peserta diharapkan mampu menuangkan gagasannya mengenai upaya-upaya strategis untuk menyelamatkan ekosistem dan keanekaragaman hayati di wilayah spermonde.

Environmental Human Rights Defender (EHRD) merupakan individu atau sekelompok orang yang memfokuskan gerakannya pada upaya perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup sebagai bagian dari pemenuhan hak asasi manusia. Gerakannya yang masif dalam penyelamatan lingkungan merupakan antitesa dari eksistensi korporasi pemilik modal yang sifatnya ekstraktif dan eksploitatif, penyebab utama kerusakan lingkungan hidup dalam skala luas (ecocide).

Peserta diharapkan mampu menuangkan gagasannya tentang Environmental Human Rights Defender (EHRD) dan perananya terhadap perlindungan lingkungan hidup dan perlawanan terhadap ecocide.

TUJUAN

Menumbuhkan budaya literasi di bidang lingkungan hidup

Memberi ruang krearifitas bagi masyarakat

Memperkaya konsep dan gagasan dalam pengelolaan lingkungan hidup

Menambah pengetahuan dan wawasan masyarakat terkait lingkungan hidup.

WAKTU PENDAFTARAN
  • Pendaftaran : 10 Maret  – 1 Mei 2020
  • Batas Pengumpulan Essay : 1 Mei 2020
  • Penjurian : 4 -15 Mei 2020
  • Pengumuman Pemenang : 6 Juni 2020
Syarat & Ketentuan
  • Peserta lomba merupakan Warga Negara Indonesia berusia maksimal 30 tahun dibuktikan dengan kartu identitas (KTP),
  • Peserta mengikuti lomba essay secara individu,
  • Peserta hanya diperbolehkan untuk mengirimkan maksimal 2 naskah essay yang berbeda,
  • Essay yang dikirim merupakan karya asli (orisinil) yang belum pernah diikutsertakan pada perlombaan apapun dan belum pernah dipublikasikan di media apapun,
  • Peserta hanya dapat menjadi juara dari satu judul essay yang dikirimkan,
  • Segala bentuk kecurangan dan plagiarisme akan dikenakan pengurangan nilai, diskualifikasi, serta pembatalan juara,
  • Naskah essay ditulis minimal 700 kata dan maksimal 1.500 kata.
  • Judul essay bebas,namun harus sesuai dengan tema dan sub tema pilihan lomba. Nama penulis diletakkan di bawah judul essay.
  • Essay tidak mengandung unsur SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).
  • Essay belum pernah menang dalam lomba apapun, bukan saduran, bukan terjemahan, bukan plagiat baik sebagian maupun keseluruhan
  • Jika terdapat plagiasi baik sebagian maupun keseluruhan pada essay maka peserta akan didiskualifiasi.
  • Essay diketik dengan ketentuan:
    • Ukuran font 12
    • Jenis huruf Cambria
    • Spasi 1,5
    • Margin (4, 3, 3, 3)
    • Ukuran kertas A4
  • Naskah essay berisi 3 bagian (tidak harus disebutkan secara eksplisit), yaitu:
    • Pendahuluan (berisi latar persoalan dari identifikasi topik pembahasan)
    • Isi (pembahasan dan analisis)
    • Penutup (kesimpulan)
  • Sumber referensi baik berupa buku, jurnal, surat kabar, atau sumber yang lain harus dicantumkan dalam daftar pustaka.
  • Menggunakan Bahasa Indonesia baku, dengan tata bahasa dan ejaan sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
No Kriteria Keterangan Nilai
1 Judul Judul/tema yang dipilih  menarik,  unik  dan penting  untuk  dieksplorasi  ditunjukkan pada  uraian  pedahuluan  yang  tajam  dan mengarah pada persoalan. 10
2 Sistematika penulisan:

a.     Pendahuluan

b.     Isi/Pembahasan

c.      Penutup/Kesimpulan

d.     Daftar Pustaka

Uraian  sistematis  dan  muatan  isi  konsisten mulai dari Pendahuluan yang menunjukkan tingkat  pentingnya  hal  yang  diangkat, arahan  pembicaraan, uraian/argumentasi dalam  Pembahasan  (terdiri  atas  beberapa sub  judul  1,2,3  dst.),  alur  tulisan  yang mengalir sampai Kesimpulan 30
3 Kecukupan, ketajaman analisis dan argumentasi, hubungan antargagasan Orisinalitas  gagasan  yang  didasarkan  atas kecukupan dan kekuatan argumentasi, ketajaman analisis,  pemanfaatan  kutipan, dan apresiasi terhadap gagasan dari penulis sebelumnya. 30
4 Editing dan Bahasa Ejaan, tata tulis,  susunan  kalimat,  teknik pengutipan, penggunaan  Bahasa  Indonesia yang baik (EYD), bahasa yang komunikatif 15
5 Kecukupan dan kehandalan data dan acuan/referensi Data yang diacu akurat dan dari sumber yang terpercaya secara akademik dan dikutip secara baik. 15
Jumlah 100
HADIAH
JUARA 1

Rp. 1.500.000

JUARA 2

Rp. 1.000.000

JUARA 3

Rp. 750.000

MEKANISME PENDAFTARAN
Informasi Lebih Lanjut Seputar Lomba Essay

Note: Sepuluh (10) karya terbaii akan dipublikasikan melalui website Walhi dengan mencantumkan nama penulis

  • Risky (0812 4293 2599)
  • Anwar (0823 4718 3969)